Thursday, December 12, 2019

POLA PERUBAHAN IKLIM TERHADAP PENYAKIT MENULAR ( DEMAM BERDARAH DENGUE )

OLEH LAODE HARIS MUNANDAR

Kesehatan merupakan factor pertama dan utama yang mempengaruhi kualitas SDM dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Dalam pencapaian peningkatan status kesehatan bukan hanya tanggungjawab atau kebijakan dari Departemen Kesehatan, tetapi merupakan pengintegrasian dari berbagai departemen distribusi dukungan dari masyarakat untuk meningkatkan kesehatannya. 
Faktor lingltungan mempengaruhi sebanyak 45 persen, faktor perilaltu 30 persen, faktor pelayanan kesehatan 20 persen, dan faktor genetik hanya berpengaruh 5 persen terhadap status kesehatan. Lingkungan juga dapat dipengaruhi oleh perubahan iklim yang tidak menentu yang dapat mengakibatkan pola kesehatan juga berubah, terutama penyakit yang disebabkan oleh vektor pembawa penyakit.
Perubahan iklim, mengakibatkan meningkatnya suhu udara. Naiknya suhu udara menyebabkan masa inkubasi nyamuk semakin pendek dan berakibat pada meluasnya berbagai macam penyakit.  Penyakit yang ditularkan nyamuk akan berkembang biak dengan lebih cepat. Penyebaran penyakit ini khususnya di daerah Tropis, seperti demam berdarah, diare, malaria dan leptospirosis karena bertambahnya populasi serangga (nyamuk) sebagai vektor penyakit. Dampak perubahan iklim menimbulkan gangguan kesehatan dan timbulnya wabah penyakit baru. Dengan adanya perubahan iklim jumlah kasus penderita demam berdarah dengue (DBD) akan meningkat karena ada peningkatan suhu udara, curah hujan yang tinggi dan meningkatnya jumlah genangan air di lingkungan masyarakat. Secara umum iklim yang bervariasi, seperti temperatur dan curah hujan, secara signifikan mempengaruhi perkembangan dan daur hidup nyamuk Aedes penyebab DBD. Perubahan iklim dapat mempercepat pertumbuhan nyamuk Aedes, sehingga siklus hidupnya menjadi lebih singkat. Temperatur berpengaruh besar terhadap hubungan virus-vektor, yaitu keterpaduan host, survival vector dan waktu perkembangbiakan nyamuk Aedes Temperatur selain dapat memperkecil ukuran tubuh nyamuk juga meningkatkan replikasi virus dengue di dalam tubuh Aedes Perubahan lingkungan fisik terhadap penetasan telur Aedes. Selain berdampak pada kehidupan nyamuk, perubahan iklim bila dilihat secara sistematis memberi dampak yang kompleks ditinjau dari aspek fisik, lingkungan, sosial, dan ekonomi. 
Disinilah dibutuhkan peran masyarakat untuk memperhatikan lingkungan sekitar agar prevalensi terjadinya penyakit  DBD  dapat diturunkan. Yaitu dengan membuang sampah pada tempatnya, melakukan gaya hidup bersih dan sehat, serta membersihkan bak mandi seminggu sekali, menutup, membalik atau jika perlu menyingkirkan media-media yang dapat memperbanyak genagan air dan membersihkan selokan atau got-got yang ada disekitar rumah sehingga pertumbuhan nyamuk aedes dapat berkurang.

20 comments:

  1. makasih informasix...bermanfaat kak

    ReplyDelete
  2. Mantap betul ketua motode kuu. Suksess

    ReplyDelete
  3. Izin share kak, infonya bermanfaat�� saranku typonya lebih di perhatikan

    ReplyDelete
  4. Saat perubahan musim pasti ada Saja bibit penyakit yg timbul

    ReplyDelete
  5. Tulisan yang sangat bermanfaat dan menambah pengetahuan, di tunggu tulisan berikutnya

    ReplyDelete
  6. Nice... Penulisan huruf dan tanda baca perlu diperbaiki lagi... Semangatt

    ReplyDelete
  7. Wah, informasinya sangat penting dan bermanfaat :)

    ReplyDelete
  8. Tetap jaga kebersihan dan ekosistem yg seimbang

    ReplyDelete
  9. semoga bisa menjadi referensi bagi semua pembaca:) ashiap

    ReplyDelete